Selasa, 27 September 2011

Pengertian Koperasi dan Macam-macam Koperasi

Pengertian Koperasi
Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko (co) dan operasi (operation). Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Macam-macam Koperasi

Ada bermacam-macam bentuk koperasi. Pengelompokan jenis koperasi bisa diketahui berdasarkan jenis usaha dan keanggotaan koperasi.


1. Macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha.
Dilihat dari jenis usahanya, koperasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Koperasi Konsumsi.
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok para anggota. Contoh : beras, gula, kopi, tepung, dll. Barang-barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan dengan toko-toko lainnya.
b. Koperasi Kredit.
Koperasi kredit disebut juga koperasi simpan pinjam. Anggota koperasi mengumpulkan modal bersama. Lalu modal yang telah terkumpul dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan. Koperasi simpan pinjam membantu para anggota untuk memperoleh kredit atau pinjaman uang. Caranya dengan anggota mengajukan permohonan pinjaman ke koperasi. Keuntungan meminjam modal ke koperasi adalah bunga uang pinjaman sangatlah ringan, pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur, dan bunga pinjaman akan dinikmati bersama dalam bentuk pembagian hasil usaha.
c. Koperasi Produksi.
Koperasi produksi membantu usaha anggota koperasi. Bisa juga koperasilah yang melakukan suatu jenis usaha bersama-sama. Ada bermacam-macam koperasi produksi. Misalnya koperasi produksi para petani, koperasi produksi peternak sapi, koperasi produksi pengrajin, dll. Koperasi produksi juga menampung hasil usaha para anggotanya. Dengan demikian, anggota tidak mengalami kesulitan menjual hasil usahanya.
2. Macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan.

Dilihat dari keanggotannya dikenal beberapa bentuk koperasi, yaitu :
a. Koperasi Pertanian.
Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orang orang yang terlibat dalam usaha pertanian. Koperasi pertanian melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, misalnya penyuluhan pertanian, pengadaan bibit unggul, penyediaan pupuk, obat-obatan dll.
b. Koperasi Pensiunan.
Berbeda dengan Koperasi pertanian yang beranggotakan para petani, anggota Koperasi pensiunan berisikan para pensiunan pegawai negeri. Tujuan dari koperasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan.
c. Koperasi Pegawai Negeri.
Berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Koperasi ini didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri.
d. Koperasi Sekolah.
Koperasi ini beranggotakan para warga satu sekolah. Koperasi sekolah menyediakan kebutuhan warga sekolah, misalnya buku tulis, pena, penggaris, pensil, dan masih banyak yang lainnya. Koperasi sekolah diusahakan dan diurus oleh siswa. Di samping menyediakan kebutuhan sekolah, koperasi sekolah juga merupakan tempat untuk latihan berorganisasi, latihan bekerja sama, latihan bertanggung jawab, dan latihan mengenal lingkungan.
e. Koperasi Unit Desa.
Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat pedesaaan. KUD melakukan kegiatan usaha di dalam bidang ekonomi. Beberapa usaha KUD, misalnya :
  • Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, obat-obatan, alat-alat pertanian, dan lain-lain.
  • Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petuga penyuluh lapangan kepada para petani.
Di tingkat kabupaten dan provinsi terdapat Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada KUD-KUD. Di tingkat pusat terdapat Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada PUSKUD di seluruh Indonesia.
Sumber :
http://ferdyhendrawan.blogspot.com/2011/01/macam-macam-koperasi.html

Senin, 26 September 2011

Dimensi Kekuasaan Dalam Bisnis Internasional

Keberadaan suatu teori sangat diperlukan untuk memberikan eksplanasi terhadap pelbagai fenomena dengan melihat pada:
(1) unit analisisnya (individu, komunitas, organisasi, negara, asosiasi regional, atau gabungan antara pelbagai aktor);
(2) tingkat analisisnya (mikro, mezzo atau makro yang juga identik dengan lokal/kecil, nasional/menengah, dan internasional/ besar);
(3) keterkaitan antara variabel-variabelnya (independen atau dependen);
(4) regularitasnya, yaitu apakah pola-pola tertentu berulang;
(5) kemungkinan untuk melakukan generalisasi terhadap suatu fenomena tertentu; serta
(6) memprediksi konsekuensi-konsekuensi yang mungkin ditimbulkan oleh suatu fenomena tertentu.
Banyak pengamat beranggapan bahwa valid atau tidaknya suatu teori dapat dinilai dan solid atau tidaknya proposisi-proposisi yang dikemukakannya; jelas atau tidaknya gambaran tentang keterkaitan antarvariabel yang ada dan lemah atau kuatnya daya prediksi teori tersebut.
Walaupun tidak semua teori harus mampu melakukan prediksi, sebuah teori sekurang-kurangnya harus mampu memberikan eksplanasi logis terhadap berbagai kejadian yang ada. Sebagai contoh, dalam disiplin hubungan internasional teori Balance of Power (Perimbangan Kekuatan) yang dikemukakan kaum Realis dapat menjelaskan perilaku ofensif sebuah negara. Dengan berasumsi bahwa setiap negara mempunyai kecenderungan untuk memaksimalkan pencapaian kepentingan nasional dan kewajiban untuk meminimalisir ancaman dari luar, maka teori ini dapat memberikan eksplanasi logis terhadap perlombaan persenjataan serta persekutuan dan perseteruan antarnegara. Di dalam konteks pembangunan ekonomi, Teori Ketergantungan (Dependency) mengeksplanasi ketimpangan hubungan ekonomi antara negara maju dan berkembang. Menurut teori ini. hubungan eksploitatif yang memungkinkan repatriasi surplus produksi dari negara-negara satelit ke negara-negara pusat (metropok) telah membagi dunia menjadi dua bagian: negara-negara maju yang dengan kekuatannya mendominasi pasar dunia, dan negara-negara terbelakang yang terus-menerus menyuplai produk dan profit ke negara-negara maju.
Di dalam bisnis internasional terdapat salah satu macam pendekatan yang umum dipakai oleh para pakar dalam menganalisis fenomena transaksi ekonomi antarbangsa di berbagai literatur, yauit adalah: pendekatan beroirentasi kekuasaan (power).
Pendekatan Kekuasaan (power)
Pendekatan ini menekankan pada pentingnya faktor kekuasaan di dalam menganalisis hubungan ekonomi antarbangsa. Sebagaimana dikatakan Robert Keohane (1984: 21): “Di dalam perekonomian dunia, kapan pun juga, para pelakunya menggunakan kekuasaan (power) untuk saling memberikan pengaruh satu sama lain agar dapat mencapai tujuan masing-masing. Hal inilah yang membuat ekonomi internasional sarat dengan muatan politik”. Secara sederhana, kekuasaan dapat dipahami sebagai kemampuan suatu pihak (individu maupun lembaga) untuk mencapai tujuan, baik dengan cara persuasi maupun pemaksaan kehendak. Di dalam bukunya, Economy and Society (1978 [1956]: 53), Max Weber mendetinisikan kekuasaan sebagai: “suatu situasi di mana aktor tertentu dalam melakukan hubungan sosial cenderung melakukan kehendaknya sendiri dalam menghadapi resistensi yang datang dari pelbagai pihak”.
Sistem ekonomi pasar pun tidak lepas dari unsur kekuasaan. Sekalipun para petnikir liberal beranggapan bahwa mekanisme pasar dapat dengan sendirinya menciptakan kemakmuran bersama, persoalan bagaimana kemakmuran itu didistribusikan sering kali menjadi masalah besar. Elemen kekuasaan sering kali terlibat dalam menentukan siapa menerima bagian terbanyak di dalam berdaulat). Sejak akhir 1970-an, negara menjadi perhatian utama para pakar ekonomi-politik bersamaan dengan makin kuatnya perspektif negare dalam wacana politik. Ada dua hal yang mendorong negara dalam mendominasi kegiatan politik-ekonomi. Pertama, kecenderungan negara untuk selalu “mengungguli” pelbagai kekuatan kemasyarakatan dan membendung pelbagai tekanan yang datang dari kelompok maupun organisasi di luar negara. Keunggulan ini ditentukan oleh pelbagai cara. Pada masyarakat demokratis, keunggulan negara ditentukan oleh proses bargaining (tawar-menawar), sedangkan pada masyarakat nondemokratis, keunggulan negara sering ditentukan oleh penggunaan kekerasan. Kedua, negara dianggap mampu untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat bilamana perlu. Dalam konteks ini Eric Nordlinger (1981) berbicara tentang strong state yang mengacu pada kemampuan negara untuk melakukan keinginannya tanpa hambatan berarti dari pihak-pihak lain. Karena negara memonopoli penggunaan kekerasan dan berhak untuk melindungi kepen-tingannya dengan seperangkat peraturan dan undang-undang, maka posisinya selalu sebagai pemegang privilege (hak istimewa) di dalam proses tawar-menawar dengan kekuatan-kekuatan yang datang dari masyarakat.
Di dalam kajian ekonomi-politik internasional, teori yang dianggap paling mewakili pendekatan berorientasi pada kekuasaan adalah Teori Stabilitas Hegemoni (Hegemonic Stability Theory). Oleh para pencetusnya — Charles Kindleberger, Stephen Krasner, dan Robert Keohane — teori ini dipakai untuk menjelaskan stabilitas perdagangan internasional di bawah payung hegemoni Amerika Serikat. Teori ini berangkat dari asumsi bahwa stabilitas perekonomian dunia dapat tercipta jika ada satu kekuatan hegemonis yang kekuatannya militer maupun ekonomi — tidak dapat diimbangi oleh negara mana pun (Hadiwinata, 1993: 17). Stabilitas terjadi karena negara hegemonis dapat menggunakan sumber-sumber yang dimilikinya (termasuk kekuatan militer) untuk memaksa pihak lain agar mematuhi peraturan dan standar perilaku internasional (Kindleberger, 1973; Krasner, 1976; Gilpin, 1987).
Robert Cox (1993: 62) menggambarkan hegemoni sebagai suatu manifestasi struktur sosial, ekonomi, dan politik yang diekspresikan dalam bentuk normanorma universal, institusi-institusi dan mekanisme-mekanisme yang mendasari aturan dan tingkah laku negara serta civil society yang melampaui batas-batas nasional — suatu tatanan yang menopang mode produksi yang dominan. Di bawah hegemoni AS sistem perdagangan bebas dapat menjamin terjadinya Balance of Power dan stabilitas. Menurut Kindleberger (1973), bagaimanapun liberalnya sebuah sistem internasional, stabilitas tidak akan pernah terwujud jika tidak ada kekuatan hegemonis yang dapat “menghukum” para pelanggar atau “memberikan imbalan” bagi mereka yang mematuhi peraturan maupun ketentuan.
Pada masa pasca-Perang Dunia II, proyek rekonstruksi politik-ekonomi dunia dijalankan di bawah pengawasan AS sebagai kekuatan hegemonis. Proyek ini meliputi Marshall Plans, pembentukan lembaga keuangan internasional IBRD (World Bank) dan IMF, serta pelembagaan sistem perdagangan bebas dalam bentuk GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Melalui lembaga-lembaga tersebut AS — dengan dibantu oleh Eropa Barat — memberlakukan sistem pasar bebas. Hingga awal dekade 1970-an AS berperan sebagai penjamin sistem pertukaran dunia melalui pemberlakuan sistem koversi langsung US dollar terhadap harga emas. Sekalipun pada dekade 1980-an, sistem perdagangan bebas sempat terguncang oleh berbagai konflik yang melibatkan AS, Jepang, dan Uni Eropa, namun pada dekade 1990-an AS kembali memainkan peran besar dalam memberlakukan prinsip perdagangan bebas di dalam konteks WTO (World Trade Organization). Sejak pertemuan Marakesh pada tahun 1994, agenda WTO dapat disesuaikan dengan kepentingan AS untuk menciptakan sistem perdagangan dunia yang bebas dan terbuka. Secara ekonomis, sistem perdagangan bebas memang lebih menguntungkan negara-negara besar yang dapat dengan mudah berpindah dari satu bidang ke bidang lainnya.
Teori Stabilitas Hegemoni beranggapan bahwa sistem kapitalisme dunia yang berlaku saat ini erat berkaitan dengan dominasi AS. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Mengapa AS begitu dominan? Gilpin (1981) berusaha menjawab pertanyaan ini dengan menyatakan bahwa di dalam sistem perekonomian bebas — di mana para aktor bebas untuk melakukan transaksi — mereka yang berproduksi secara lebih efisien akan menghasilkan keuntungan lebih dari yang lainnya. Maka, tidak mengherankan jika AS — yang dianggap paling efisien secara ekonomis maupun politis — menjadi kekuatan terbesar dunia tanpa dapat diimbangi oleh negara-negara lain (Gilpin, 1981: 129). Alasan lain- nya adalah perang dingin.
Pembagian dua kubu Liberalistne/Kapitalisme dan Komunisme/Sosialisme — di mana AS tampil sebagai pembela utama ke-kuatan liberal-kapitalis seolah-olah memberikan justifikasi bagi pelbagai aksi militer dan ekonomi AS di pelbagai wilayah dunia. Dengan dalih untuk menciptakan stabilitas perekonomian dunia dan upaya untuk membendung pengaruh ideologi radikal komunisme, maka AS merasa berhak untuk tnenggunakan kekuatan militernya yang besar untuk mengukuhkan diri sebagai sebuah kekuatan hegemonik dunia (Hadiwinata, 1993: 11).
Secara historis, kebenaran asumsi teori ini dibuktikan oleh fakta bahwa sejak masa prasejarah hingga saat ini stabilitas politik ekonomi dunia tercipta di bawah perlindungan kekuatan-kekuatan hegemonik seperti Imperium Ro-mawi pada masa Pax Romana (100 SM – 300), Belanda pada masa Par Ho!-landa (1200-an hingga 1600-an), Inggris pada masa Pax Britanica (1600-an hingga awal 1900-an), dan AS pada masa Pal: Americana (1940-an hingga saat ini). Pax Americana bermula dari pertumbuhan pesat perekonomian AS. Antara tahun 1946 – 1949, AS menikmati surplus neraca pembayaran yang sangat signifikan.
Supreinasi teknologi dan kapasitas organisasional bangsa Amerika telah menghasilkan penumpukan kesejahteraan dari hasil transaksi produk dan jasa. Melalui pelbagai perusahaan multinasionalnya yang tersebar ke mancanegara, AS mengontrol perekonomian dunia. Pada awal dekade 1970-an, misalnya, perusahaan-perusahaan multinasional AS menguasai 52 persen dari seluruh investasi asing di dunia. Maka bagi AS, proteksionisme atau nasionalisme ekonomi dianggap berbahaya karena dapat menghambat peredaran barang dan jasa serta merusak kelancaran aliran modal antarnegara. Dalam konteks ini AS memainkan peran sebagai “bearer of world capitalist leadership” (pemimpin kapitalisme dunia) dengan menekankan pada prinsip pasar bebas keterbukaan (Krasner, 1982).
Terlepas dari fakta yang mendukung kebenaran asumsi-asumsinya, Teori Stabilitas Hegemoni mendapat kritikan tajam dari beberapa pakar. Salah seorang pengkritiknya, Robert Keohane, justru adalah orang yang sebelumnya merupakan salah satu pencetus teori ini. Menurut Keohane (1984), ukuran kekuatan (power) suatu negara yang dipakai teori ini terlalu mengandalkan pada faktorfaktor yang dapat dilihat (tangible resources) seperti GDP (Gross Domestic Product), kekuatan militer, pemilikan sumber-sumber alam, jumlah penduduk, luas wilayah, dan lain-lain; serta kurang memberikan perhatian pada faktorfaktor yang tidak dapat dilihat (intangible resources) seperti kemampuan diplomasi, dukungan internasional yang diperoleh suatu negara, kemampuan untuk menarik investor asing, kemampuan untuk melakukan inovasi teknologi, dan lain-lain. Keohane bahkan sangat meragukan kemampuan negara hegemonik untuk mendiktekan kemauannya di dalam rezim moneter maupun perdagangan internasional. Sejak pertengahan dekade 1970-an AS tampak semakin kewalahan dalam upaya untuk mempertahankan peran “kepemimpinannya” dalam menyelesaikan pelbagai krisis moneter yang dialami negara-negara berkembang, terutama di Amerika Latin dan Afrika (Keohane, 1984: 102). Di dalam perdagangan internasional pun dominasi AS semakin menurun, terbukti ketika pada awal dekade 1970-an negara ini tidak mampu menjaga kestabilan dunia akibat aksi embargo minyak yang dilancarkan oleh negara-negara anggota OPEC (Or-ganization of Petroleum Exporting Countries). Di dalam forum GATT pun peran AS semakin menurun, terutama ketika banyak permintaan negara-negara anggota EC (European Community) yang lebih diakomodasi di dalam peraturanperaturan GATT.

sumber : http://artikelekonomi.com/dimensi-kekuasaan-dalam-bisnis-internasional.html

Soal Pembahasan Tentang Statistika
Nama/NPM : Septy farida Lestari / 18210174

Berikan penjelasan seperlunya apa yang dimaksud dengan dan berikan pula contohnya :
1.       Statistika deskriptif dan Statistika Inferensia
Jawaban :
·  Statistika deskriptif
Adalah fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan dan menganalisis kelompok yang diberikan tanpa memuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar.
Contoh:
Nilai hasil ujian Geometri di kelas B adalah 9, 8, 8, 7, 6, 6 dan 5.

·  Statistika induktif
Adalah fase statistika yang berhubungan dengan kondisi-kondisi dimana
kesimpulan demikian diambil.
Contoh:
Nilai rata-rata kelas B adalah 7 dan siswa-siswa kelas B termasuk pintar
2.       Data Kualitatif dan Kuantitatif
·         Data kuantitatif
Adalah data yang bisa diangkakan atau dikuantifikasikan/ data yang tidak berbentuk bilangan/ angka.
Contoh:
Penilaian kecantikan Desi Ratnasari antara si A dan si B berbeda.

·         Data kualitatif
Adalah data yang tidak bisa diukur dengan angka atau data yang tidak bisa
diangkakan/data yang berbentuk bilangan/angka.
Contoh:
                Data tentang mutu atau kulaitas gabah bisa dinyatakan dengan kurang, sedang, baik dan sangat baik

3.       Sampling , Populasi dan sample
·  Sampling
Adalah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti
sebagian kecil dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian.
Contoh:
Sebagian dari semua orangtua mahasiswa yang ditanyai tentang apa itu
Pendidikan.

·         Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Contoh: kalau kamu mau meneliti air danau, maka populasinya adalah semua air danau itu.

·         Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Oleh karena itu sampel yang akan diambil dari populasi harus betul-betul representatif (dapat mewakili). Contoh: kalau kamu mau meneliti air danau, maka air danau yang diteliti misalnya cuma satu ember, nah air danau yang satu ember itu adalah sampelnya.

4.       Skala pengukuran , sebutkan jenis-jenisnya
·         Skala pengukuran adalah jenis instrumen self report yang digunakan oleh peneliti yang dikombinasikan dengan jenis pengukuran wawancara dan koesioner. Contohnya : skala nyeri,kepuasan dan depresi.

5.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Statistik penduduk
b. Statistik keuangan
c. Statistik pertanian
d. Statistik produksi
e. Statistik pendidikan
f. Statistik kesehatan
g. Statistik kecelakaan
h. Statistik kematian
i. Statistik ekonomi
j. Statistik perusahaan

Pembahasan:
a. Statistik penduduk
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah penduduk.
Contoh:
Jumlah penduduk yang mengalami busung lapar di daerah Batang sebanyak
128 orang.

           b. Statistik keuangan
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah keuangan.
Contoh:
Pengeluaran/belanja negara di Asia Pasific rata-rata mencapai 555 juta
dolar pertahun.


             c. Statistik pertanian  Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian  penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla  yang berkaitan dengan masalah pertanian.
Contoh:
Harga beras tahun 2
010 mencapai Rp 2.000,00 perkilo.

           d. Statistik produksi
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah produksi.
Contoh:
PT. TANGGUL INDAH (TI) setiap tahun memproduksi pakaian dalam
wanita sebanyak 2000 pasang pertahun.

             e. Statistik pendidikan
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah pendidikan.
Contoh:
Nilai rata-rata mahasiswa IKIP PGRI Semarang jurusan matematika
mencapai 85 tahun 2012.

              f. Statistik kesehatan
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
Contoh:
Jumlah penderita HIV bertambah 15% pertahunnya.

              g. Statistik kecelakaan
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah kecelakaan.
Contoh:
Jumlah kecelakaan di jalan Pantura tahun 2010 mencapai 215 kecelakaan
dengan korban meninggal mencapai 150 jiwa.

       

              

                 h. Statistik kematian
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah kematian.
Contoh:
Jumlah rata-rata kematian di Indonesia mencapai 2000 jiwa pertahun.

                  i. Statistik ekonomi
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah ekonomi.
Contoh:
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menggeliat sebesar 5 %.

                    j. Statistik perusahaan
Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hla yang berkaitan dengan masalah perusahaan.
Contoh:
Perusahaan swasta di Indonesia bertambah 2,5% tiap tahunnya


Kamis, 19 Mei 2011

Pengantar Akuntansi 2

Beberapa handout kuliah, Pengantar Akuntansi 2 atau Akuntansi Pengantar 2.

semoga bermanfaat ^.^

tugas akuntasi 2

Tugas akuntansi II - Presentation Transcript

  1. Aplikasi-aplikasi Siklus Pendapatan dan Pengeluaran
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Pendapatan
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Pengeluaran
  2. ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Pendapatan Merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan otoritasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Pengeluaran Sistem informasi akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian yang berupa siklus-siklus akuntansi. Sikls akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinnya. Siklus akun-tansi dibagi menjadi : 1. Siklus pendapatan 2. Siklus pengeluaran kas 3. Siklus konersi 4. Siklus manajemen sumber daya manusia 5. Siklus buku besar dan laporan keuangan
  3. Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Keuangan
  4. Tujuan utama siklus manajemen sumber daya manusia adalah melancarkan pertukaran kas antara jasa karyawan yang dibutuhkan. Seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keuangan dari suatu organisasi dapat dipandang sebagai b a gian dari proses bisnis. Suatu proses bisnis (business process) adalah sekumpulan kegiatan yang saling berkitan yang menyangkut data, unit organisasi, dan urutan waktu yang logis. Proses bisnis selalu dipicu oleh suatu kejadian ekonomi, dan suluruhnya memiliki titik awal dan titik akhir tertentu yang jelas. Sebagai contoh proses “Manajemen Pesanan Pelanggan” mungkin dip a du oleh penerimaaan surat pesanan pembelian dari pelanggan. Proses akan dimulai dengan pembuatan pesanan penjualan dan akan diakhiri oleh penerimaan pembayaran piutang dari pelanggan.
    • ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi
    • Siklus manajemen sumber daya manusia meliputi fungsi yang berhubungan dengan jasa yang diberikan oleh
    • sumber daya manusia suatu organisasi, yang sering juga disebut buruh, tenaga kerja atau personalia.
    • Tujuannya adalah:
    • Memastikan bahwa status, tarif pembayaran atau gaji dan pemotongan bayaran karyawan diotorisasi
    • Membayar jasa yang benar-benar diberikan
    • Mencatat mengklasifikasikan dan melaporkan biaya-biaya yang berhubungan denga karyawan secara cepat dan akurat
    • ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Keuangan
    • M anajemen keuangan dari akuntansi berhubungan luas dengan dana, data, informasi, perencanaan dan pengendalian atas sumber daya. Unit-unit organisasi yang berada dalam fungsi ini terlibat dalam manajemen jasa karyawan mencakup pencatatan waktu, penggajian, utang usaha, pengeluaran kas, distribusi biaya dan buku besar
  5. Pengembangan Sistem
    • Siklus-siklus Pengembangan Sistem
    • Standard-standard Dokumentasi
    • Teknologi dan Praktek Pengembangan Sistem
    • Perencanaan dan Pengorganisasian Proyek Sistem
    • Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lam secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
    • Tim pengembangan sistem terdiri dari: 1. Manajer anlis sistem 2. Ketua analis sistem 3. Analis sistem senior 4. Analis sistem junior 5. Pemrograman aplikasi senior 6. Pemrograman aplikasi junior
    • ≫ Siklus-siklus Pengembangan Sistem
    • Siklus hidup pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
    • Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat nini terbagi atas enam fase, yaitu :
    • Perencanaan sistem
    • Analisisi sistem
    • Perencanaan sistem secara umum/konseptual
    • Evaluasi dan seleksi sistem
    • Perancangan sistem secara detail
    • Pengembangan perangkat lunak dan Implementasi sistem
    • Pemeliharaan/perawatan sistem
  6. ≫ Standar-standar Dokumentasi Adalah suatu upaya standarisasi penyajian dan pengakuan sebuah peristiwa. Standar ini secara filosofis dibuat sebagai produk “kompromistis” dari pelaku bisnis, akuntan dan publik. Untuk menciptakan formulasi penyajiandan pengungkapan peristiwa dihasilkan dan memiliki daya guna dan daya banding.   ≫ Teknologi dan Praktek Pengembangan Sistem A dalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi  tentang proses dan sumber untuk sistem .
    • ≫ Perencanaan dan Pengorganisasian Proyek Sistem
    • Tujuan perencanaan sistem adalah:
    • Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
    • Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli tehknik lainnya yang terlibat
    • Sasaran perencanaan sistem:
    • Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
    • Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
    • Harus efisiendan efektif
    • Harus dapat mempersiakan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing dari sistem informasi
sumber : http://www.slideshare.net/hsprabowo/tugas-akuntansi-ii

akuntasi 2

Tugas akuntansi II

5 months ago
  • Email
  • Favorite
  • Download
  • Embed
  • Zipcast
  • More…

×

Like this presentation?

0 comments

Embed Video
Post Comment
Edit your comment Cancel

Tugas akuntansi II - Presentation Transcript

  1. Aplikasi-aplikasi Siklus Pendapatan dan Pengeluaran
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Pendapatan
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Pengeluaran
  2. ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Pendapatan Merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan otoritasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Pengeluaran Sistem informasi akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian yang berupa siklus-siklus akuntansi. Sikls akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinnya. Siklus akun-tansi dibagi menjadi : 1. Siklus pendapatan 2. Siklus pengeluaran kas 3. Siklus konersi 4. Siklus manajemen sumber daya manusia 5. Siklus buku besar dan laporan keuangan
  3. Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi
    • Aplikasi-aplikasi Siklus Keuangan
  4. Tujuan utama siklus manajemen sumber daya manusia adalah melancarkan pertukaran kas antara jasa karyawan yang dibutuhkan. Seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keuangan dari suatu organisasi dapat dipandang sebagai b a gian dari proses bisnis. Suatu proses bisnis (business process) adalah sekumpulan kegiatan yang saling berkitan yang menyangkut data, unit organisasi, dan urutan waktu yang logis. Proses bisnis selalu dipicu oleh suatu kejadian ekonomi, dan suluruhnya memiliki titik awal dan titik akhir tertentu yang jelas. Sebagai contoh proses “Manajemen Pesanan Pelanggan” mungkin dip a du oleh penerimaaan surat pesanan pembelian dari pelanggan. Proses akan dimulai dengan pembuatan pesanan penjualan dan akan diakhiri oleh penerimaan pembayaran piutang dari pelanggan.
    • ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi
    • Siklus manajemen sumber daya manusia meliputi fungsi yang berhubungan dengan jasa yang diberikan oleh
    • sumber daya manusia suatu organisasi, yang sering juga disebut buruh, tenaga kerja atau personalia.
    • Tujuannya adalah:
    • Memastikan bahwa status, tarif pembayaran atau gaji dan pemotongan bayaran karyawan diotorisasi
    • Membayar jasa yang benar-benar diberikan
    • Mencatat mengklasifikasikan dan melaporkan biaya-biaya yang berhubungan denga karyawan secara cepat dan akurat
    • ≫ Aplikasi-aplikasi Siklus Keuangan
    • M anajemen keuangan dari akuntansi berhubungan luas dengan dana, data, informasi, perencanaan dan pengendalian atas sumber daya. Unit-unit organisasi yang berada dalam fungsi ini terlibat dalam manajemen jasa karyawan mencakup pencatatan waktu, penggajian, utang usaha, pengeluaran kas, distribusi biaya dan buku besar
  5. Pengembangan Sistem
    • Siklus-siklus Pengembangan Sistem
    • Standard-standard Dokumentasi
    • Teknologi dan Praktek Pengembangan Sistem
    • Perencanaan dan Pengorganisasian Proyek Sistem
    • Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lam secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
    • Tim pengembangan sistem terdiri dari: 1. Manajer anlis sistem 2. Ketua analis sistem 3. Analis sistem senior 4. Analis sistem junior 5. Pemrograman aplikasi senior 6. Pemrograman aplikasi junior
    • ≫ Siklus-siklus Pengembangan Sistem
    • Siklus hidup pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
    • Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat nini terbagi atas enam fase, yaitu :
    • Perencanaan sistem
    • Analisisi sistem
    • Perencanaan sistem secara umum/konseptual
    • Evaluasi dan seleksi sistem
    • Perancangan sistem secara detail
    • Pengembangan perangkat lunak dan Implementasi sistem
    • Pemeliharaan/perawatan sistem
  6. ≫ Standar-standar Dokumentasi Adalah suatu upaya standarisasi penyajian dan pengakuan sebuah peristiwa. Standar ini secara filosofis dibuat sebagai produk “kompromistis” dari pelaku bisnis, akuntan dan publik. Untuk menciptakan formulasi penyajiandan pengungkapan peristiwa dihasilkan dan memiliki daya guna dan daya banding.   ≫ Teknologi dan Praktek Pengembangan Sistem A dalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi  tentang proses dan sumber untuk sistem .
    • ≫ Perencanaan dan Pengorganisasian Proyek Sistem
    • Tujuan perencanaan sistem adalah:
    • Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
    • Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli tehknik lainnya yang terlibat
    • Sasaran perencanaan sistem:
    • Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
    • Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
    • Harus efisiendan efektif
    • Harus dapat mempersiakan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing dari sistem informasi 

    sumber :http://www.slideshare.net/hsprabowo/tugas-akuntansi-ii 

tugas bahasa inggris 2

QUENSTIOM TAG


1. you love me,don't you?
2. it is a bag,isn't it?
3. they are playing football,aren't they?
4. she reads a book,doesn't she?
5. he drivers a car,doesn't he?
6. we want to go to your house,don't we?
7. Rudi buys a new shoes,doesn't he?
8. My mom cooks the cake,doesn't she?
9. You don't smoke,do you?
10. She doesn't watch,does she?