Senin, 28 Februari 2011

SEBUAH ARTIKEL BARU GAO ZHISHENG: DARI LUBUK HATI TERDALAM (2)



(INTERNET)
(INTERNET)
(Epochtimes.co.id)
Minggu lalu dikisahkan pengacara pembela HAM di Tiongkok, Gao Zhisheng menulis artikel “Malam yang Kelam dan Peculikan oleh Mafia” pada 2007 yang membeberkan bukti-bukti mengerikan 50 hari penyiksaan yang dideritanya di tangan agen-agen keamanan PKT. Berikut lanjutan kisahnya.
Melalui kesempatan ini saya ingin mengingatkan teman-teman yang masih dapat menikmati udara bebas, untuk terus menunjukkan kepedulian Anda untuk Guo Feixiong, juga membantu istri dan anak-anaknya. Ketika para berandal PKT dipekerjakan di seluruh negeri RRT, ketika roh bangsa kami tersesat menuju jalan buntu, kami membutuhkan pahlawan seperti Guo yang terus berjuang demi rakyat.
Para pahlawan pemberani seperti Guo Feixiong, Hu Jia, Yang Tianshui, Chen Guangcheng, Xu Wanping, Wang Bingzhang dan Guo Quan, yang telah mengorbankan dan membahayakan hidup mereka demi mempertahankan kebebasan dan kepercayaan bangsa Tionghoa, merupakan harapan sejati negeri Tiongkok. Jika kita menawarkan bantuan lebih banyak kepada mereka dan orang yang mereka cintai saat ini, generasi di masa yang akan datang pasti tidak akan merasa malu ketika melihat ke belakang dalam masa sejarah kali ini.
Di RRT sekarang ini, kita tahu bahwa kebaikan dan nilai-nilai moral semakin sulit ditemukan. Pengalaman Hu Jia telah menunjukkan kenyataan pahit – bahwa bukan hanya sulit, tetapi juga teramat berbahaya untuk menjadi orang yang benar secara moral.
Sejak zaman dahulu, orang telah lama percaya bahwa kebaikan akan diganjar dengan kebaikan, dan kejahatan akan diganjar dengan kejahatan. Namun, kepercayaan itu kini telah hancur di RRT dimana budaya ateisme yang terus menerus dipropagandakan oleh PKT telah menyusup ke dalam setiap tatanan masyarakat.
Di masa lalu ketika tradisi masih dijunjung tinggi, orang-orang hidup dengan kebajikan dan saling menghargai di antara sesama. Namun, RRT hari ini, seolah telah tercabut dari akar kebajikan. Rezim komunis RRT menjadi identik dengan tindakan kejahat-an tak bermoral.
Keajaiban ekonomi yang terus digembar-gemborkan PKT, hanyalah dibangun di atas kerusakan lingkungan yang parah. Sementara orang-orang hanya bersukacita atas pembangunan ekonomi yang menghasilkan kemakmuran dangkal bagi RRT, dan menutup mata terhadap kerusakan mengerikan terhadap lingkungan, dan kenyataan kejam bahwa 70 persen dari penduduk RRT telah dirampas hak-hak sosialnya.
Di RRT, penduduk desa yang memiliki sumber daya air, merasa takut untuk minum air mereka sendiri, pemilik peternakan susu juga takut minum susu ternak mereka sendiri, para petani takut makan hasil panen mereka sendiri, dan produsen makanan takut mengonsumsi produk pangan mereka sendiri.
Ini adalah realitas besar. Orang berpura-pura tidak melihat kenyataan dan menolak kebenaran. Hal-hal buruk dan paham ateisme, kini telah menjadi tren di RRT. Dan PKT yang telah memberikan contoh buruk, adalah sumber dari semua masalah di RRT.
Kebejatan pemerintahan PKT adalah membuat peraturan untuk menekan yang “baik” dan justru mendorong yang “buruk”, sehingga menyebabkan orang jahat menjadi kian merajalela di RRT. Mereka yang mengandalkan kekuatan selalu akan menang dalam persaingan. Mereka yang tanpa moralitas, juga akan menang. Mereka yang memiliki kekuasaan dan tanpa moral membentuk kelompok yang kuat. Sistem peradilan RRT yang rusak telah lebih lanjut menghasut kebencian terhadap kelompok-kelompok kuat ini, dan kini telah mulai bangkit dari ketidak-adilan. Alhasil, protes dan kekerasan kini kerap terjadi di seluruh RRT.
Saat ini masyarakat RRT banyak yang menyimpang. Bukan hanya kelompok tertentu, namun moralitas mayoritas penduduk RRT telah menurun.
PKT sangat bangga menjadi tuan rumah Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade mengizinkan rezim menegakkan pemerintahan totaliter pada acara olahraga besar tersebut. PKT telah menggantikan semangat Olimpiade dengan totaliterisme tersebut.
Acara pembukaan dan penutupan Olimpiade mewujudkan budaya otoriter Korea Utara, termasuk penggambaran “kebangkitan damai” RRT. Lagu-lagu dan tarian di Olimpiade menutupi tangisan dan seruan orang-orang yang mengalami pelanggaran hak asasi manusia dari masyarakat Tiongkok dan PKT.
Saya pelajari ketika masih di Xinjiang banyak orang yang bersorak sorai di sepanjang jalan yang dilewati kirab obor Olimpiade sebenarnya bayaran pemerintah RRT. Kenyataannya, setiap keluarga di sepanjang jalur obor Olimpiade telah diperingatkan: tidak ada yang diperbolehkan membuka jendela atau pintu, memasang spanduk atau meneriakkan sebuah slogan. Jika tidak, mereka akan jadi sasaran penembak jitu di jalanan.
Dunia luar tidak pernah mengetahui peristiwa sesungguhnya di balik sorak-sorai kirab obor Olimpiade yang berlandaskan kekerasan dan ancaman. Beginilah cara PKT mengendalikan orang dan menekan suara-suara yang ‘berbeda’ dari warganya untuk menyajikan gambaran palsu Tiongkok pada dunia.
Para pemegang kekuasaan di Tiongkok harus menyadari bahwa semua gambaran palsu yang telah dibuat tidak akan menyelamatkan dirinya dari hukuman alam. Propaganda mahal PKT tidak menghentikan korupsi pejabat Tiongkok dan polisi sekaligus tidak mengurangi aksi protes di seluruh Tiongkok.
Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan terima kasih saya pada orang-orang Tionghoa baik di dalam maupun di luar Tiongkok yang telah peduli terhadap masa depan Tiongkok.
Saya ingin mengajak lebih banyak masyarakat Tionghoa di luar negeri untuk bersama-sama membangun Tiongkok yang demokratis.
Saya ingin untuk mendesak kelompok-kelompok demokratis dan agama untuk bekerja sama dan bertahan dalam mendukung transformasi damai Tiongkok menjadi negara demokratis.
Saya menyarankan membentuk sebuah komite hak asasi manusia yang mewakili setiap korban pelanggaran HAM Tiongkok. Bagaimanapun juga, jauh lebih banyak korban di Tiongkok yang tidak mungkin bisa dihitung. Kasus yang dilaporkan harus dilaporkan pada komite HAM di PBB dan negara-negara lain di seluruh dunia.
Saya juga akan merekomendasi pendirian koran HAM yang didedikasikan untuk melaporkan setiap hari pelanggaran yang terjadi, baik nama, dan kota asal para korban sehingga berita pelanggaran tersebut akan dipublikasikan ke seluruh dunia. HAM yang diusulkan komite harus memiliki cabang di berbagai provinsi dan kota di Tiongkok sehingga mereka dapat mengumpulkan laporan pelanggaran hak asasi manusia di seluruh daerah.
Komite ini terdiri dari kelompok kerja yang berbeda untuk bidang pelanggaran yang berbeda, pelanggaran atas kebebasan beragama, penindasan terhadap orang-orang yang menanyakan hak mereka, petani yang kehilangan tanah mereka, dan orang-orang dianiaya karena keterlibatan mereka dalam protes demokrasi di Beijing pada 1989 yang berakhir dengan pembantaian siswa pada 4 Juni. Peraturan demokratis semestinya mampu mengambil tindakan bagi mereka yang menderita karena pelanggaran hak asasi manusia.
Saya mengusulkan bagi mereka yang bersedia bertindak, cobalah untuk menyatukan semua warga Tiongkok yang menentang pemerintahan totaliter, termasuk kelompok etnis yang mencari otonomi. Selain itu, [mereka semestinya] memanfaatkan jaringan media untuk menyampaikan pada warga manfaat serikat federal provinsi otonom. Biarkan mereka mengetahui serikat federal provinsi secara alami akan meningkatkan realisasi otonomi bagi kelompok etnis.
Sistem baru ini juga perlu mengembangkan perawatan medis, pensiun, dan langkah-langkah keamanan umum sosial bagi masa depan Tiongkok; mengembangkan sistem peradilan yang independen; mengembangkan janji kompensasi tahunan bagi para korban penganiayaan diktator, dan menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh Partai Komunis.
Kita perlu secara efektif menyebarluaskan pemikiran kita seperti buku Sembilan Komentar yang telah disebarluaskan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Juga, saya khusus meminta kelompok-kelompok di dalam dan di luar   Tiongkok, untuk melakukan segala upaya untuk menyelamatkan Guo Quan dan Liu Xiaobo. Penangkapan Liu Xiaobo mengungkapkan keburukan rezim saat ini.
Juga, saya tidak bisa tidak tertarik pada aktivis HAM dan demokrasi Tiongkok. Saat ini banyak tokoh HAM dan demokrasi tidak lagi membantu secara tulus, mereka telah menjadi oportunis, mengejar ketenaran. Mereka menutup mata terhadap penganiayaan Falun Gong oleh rezim Komunis Tiongkok, mereka menganggapnya seolah-olah tidak ada, tetapi penganiayaan tersebut merupakan penganiayaan yang paling mengerikan dan kejam dalam sejarah tragedi di Tiongkok.
Setelah saya menyuarakan kondisi praktisi Falun Gong secara luas, mereka yang menghubungi saya secara pribadi menyebut saya radikal. “Konsensus” semacam ini merupakan perbuatan jahat terbesar yang pernah dilakukan Tiongkok, dan penganiayaan yang dilakukan oleh rekan satu negara bahkan membuatnya lebih buruk.
Tindakan mogok makan anti-kekerasan yang saya lakukan dimulai dengan damai dan masih dalam kerangka hukum, tapi aktivis demokrasi pengejar ketenaran, tidak menunjukkan dukungan apapun, bahkan bersama-sama menghujat saya. Diantara para penulis, dengan dalih atas nama keadilan, bahkan menyerang saya. Mereka tidak berhenti menghujat bahkan ketika saya telah berada di balik jeruji, ini benar-benar membuat saya menyesal untuk mereka.
Mengapa mereka melakukannya? Kesempatan saya berbicara tidak terlalu sering, tapi kali ini saya harus menyampaikannya: Mereka melakukannya berdasarkan sisi gelap sifat manusia! Sifat keegoisan alami! Hentikan sekarang juga! Tidak peduli seberapa fasih Anda membicarakan ketiadaan rasa malu Anda, semuanya akan sia-sia. Setelah mengalami penyiksaan, saya menyuarakan rasa sakit saya. Meskipun tidak menyenangkan untuk didengar, tapi ini bukan suara kemarahan.
Bagi mereka yang bekerjasama dengan PKT di seluruh dunia, mereka harus mengetahui fakta PKT adalah rezim yang paling gelap saat ini, memiliki sifat yang bertentangan dengan peradaban. Namun, banyak kaki tangan PKT menjadi bagian dari politik gelap dalam mencari kepentingan materi. Kolaborator lain ditipu oleh kebohongan PKT, tidak memahami sifat jahat PKT, dan bahkan menyanyikan pujian untuk klaim dan kedok palsu.
Akhirnya, saya ingin berterima kasih kepada teman-teman di luar negeri yang benar-benar peduli tentang hak asasi manusia di Tiongkok. Terima kasih pada Scott [Edward McMillan-Scott, wakil presiden, Uni Eropa], Manfred Nowak [mantan Pelapor Khusus PBB tentang Penyiksaan], dua David [David Kilgour dan David Matas, nominator hadiah Nobel Perdamaian dan penulis Bloody Harvest: Report on the Allegations of Organ Harvesting of Falun Gong Practitioners in China], di Kanada, dan para anggota Uni Eropa! Anda telah memberi dukungan moral dan harapan tanpa pamrih pada kami dalam memperjuangkan kebebasan dan HAM.
Publikasi artikel ini akan menyebabkan saya diculik lagi. Penculikan adalah bagian dari kehidupan normal saya sekarang. Jika hal itu terjadi lagi, biarkan hal itu terjadi!
Gao Zhisheng,
1 Januari 2009

(Gao Zhisheng / The Epoch Times / osc / feb) 

sumber :
http://www.epochtimes.co.id/china.php?id=798

Baik Luar Dalam ^_^

BAIK LUAR DALAM



(INTERNET)
(INTERNET)
(Epochtimes.co.id)
Sore hari ketika waktu istirahat usai rapat, saya mengobrol dengan Jefry, tentang usaha kerasnya dalam menyelesaikan tugas sekolahnya.
Tujuh hari lagi Jefry harus menyerahkan tugasnya, tetapi hingga sekarang dia selalu saja melakukan kesibukan lain. Sebelumnya beberapa kali laporan yang diserahkan Jefry juga amburadul. Sampul depan laporan itu dibuat sangat apik, tetapi isinya tidak ada waktu untuk diteliti kembali. Saat itu yang bertanggung jawab menilai laporan tugasnya adalah seorang guru dari Inggris, yang sungguh-sungguh dan serius.
Setelah melihat laporan Jefry, guru memanggilnya ke kantor untuk diajak berbicara. Guru itu bertanya apakah Jefry berusaha keras menyelesaikan tugasnya siang malam tiada henti, karena dia menemukan ada banyak kesalahan kata dalam laporan tersebut, misalnya kata “report” ditulis menjadi “repoort”.
Jefry menjawab dengan sejujurnya, dia bilang laporannya dia selesaikan dalam waktu tujuh hari dengan waktu tidur yang minim. Mendengar jawaban Jefry, guru itu tertawa.
Jefry berkata setiap kali bagian luar laporannya terlihat indah, tetapi dia menyadari bahwa hal tersebut bukan hal utama, kesalahan kata yang ada di dalam laporannya mudah ditemukan orang. Jefry orangnya sangat lapang dada, juga terbiasa mawas diri, maka dia bisa menghadapi kekurangan dirinya dengan humor. Saya menyemangatinya dengan mengatakan tindakan itu bagus sekali.
Jefry pun tertawa, dia menjelaskan walaupun telah mendapatkan pelajaran namun masih tidak bisa memperbaiki kesalahan, misalkan laporan tugas kali ini menuntut harus menggunakan kurang lebih sepuluh ribu kata, namun hingga saat ini dia baru menulis kurang dari seribu kata. Saya menasihatinya, harus bertahap, jika tergesa-gesa malah tidak tercapai. Hanya menyelesaikan setiap langkah dengan teliti, baru bisa menjamin kualitas laporannya.
Bagaimana moralitas dan karakter seseorang, sepertinya bisa dinilai dari segala hal yang dia lakukan, baik itu dari ucapan, perbuatan atau laporan yang dia tuliskan. Kebanyakan ketenaran nama seseorang itu bukan berasal dari propaganda yang sembarangan. Mengandalkan kekuasaan palsu untuk menekan orang lain, hanya bisa menipu orang dalam waktu sesaat, tidak bisa menipu orang untuk selamanya. Sedangkan hal kecil bisa mencerminkan sikap keseriusan kita dalam menghadapi segala hal, maka hal ini merupakan gambaran yang paling hidup dari perangai seseorang.
Di dunia ini banyak sekali gejala yang namanya tidak sesuai dengan kenyataan, yang bisa kita lakukan di sini hanyalah jangan sampai terasimilasi oleh tindakan itu. Biarpun arus lintang yang mengalir di samping tubuh kita ini merusak sedahsyat apapun, bila kita bisa mempertahankan kemurnian diri sendiri, tidak terkontaminasi walau berada di dalam lumpur yang kotor maka hal ini sudah termasuk patut dipuji.
Di dalam arus manusia yang hiruk-pikuk, kita  tidak perlu menuntut nama baik di hadapan orang banyak, hanya melangkah dengan mantap dalam menghadapi urusan besar maupun kecil di dalam kehidupan ini. Mungkin, semakin tidak diketahui umum, semakin mendapatkan kehormatan dari orang lain.  (Qing Song / The Epoch Times / lin)

sumber :
http://www.epochtimes.co.id/kehidupan.php?id=606

10 Dampak dari pemanasan GLOBAL

10 DAMPAK PEMANASAN GLOBAL



Iklim yang menghangat menyebabkan gletser mencair, menyebabkan perubahan raksasa pada keseimbangan ekosistem flora dan fauna.  (GETTY IMAGES)
Iklim yang menghangat menyebabkan gletser mencair, menyebabkan perubahan raksasa pada keseimbangan ekosistem flora dan fauna. (GETTY IMAGES)
(Epochtimes.co.id)
Mencairnya es kutub, kehidupan yang bergolak, iklim yang tak menentu, hewan pun tersesat, satelit bergerak semakin cepat, gunung semakin tinggi… seluruh bumi terjadi perubahan terbalik, keseimbangan ekosistem berbalik, derap langkah perubahan iklim kian memicu misteri dan ketidak-tenangan.
Apakah dampak  dari menghangatnya iklim dunia? Majalah AS Live Science untuk pertama kalinya mengulas secara khusus 10 dampak mencengangkan dari fenomena ini. Selain itu, pemanasan global mungkin membawa dampak bagi belahan bumi selatan dan utara. Banjir besar yang menghantam Australia di akhir 2010 dan kemarau yang melanda wilayah utara  Tiongkok seolah membuktikan argumen ini.
10 dampak pemanasan global yang mengejutkan
Majalah Live Science mengulas 10 dampak yang diakibatkan pemanasan global pada manusia. Urutan dari akhir hingga awal adalah sebagai berikut:
10. Alergi makin parah
Selama beberapa puluh tahun terakhir, penderita alergi musiman dan asma di AS semakin banyak. Hal ini ada kaitannya dengan efek rumah kaca yang timbul akibat pemanasan global. Meskipun perubahan gaya hidup dan pencemaran lingkungan menyebabkan interaksi antara manusia dan sumber alergi semakin meningkat, namun penelitian menemukan bahwa meningkatnya CO2 di udara dan menghangatnya iklim telah mempercepat tanaman untuk berbunga lebih awal, menimbulkan lebih banyak serbuk bunga dan mengakibatkan sumber alergi muncul lebih awal, sehingga alergi musiman menjadi lebih lama.
9. Pindah ke dataran tinggi
Sejak awal abad lalu, spesies pengerat seperti tupai dan tikus telah memindahkan tempat tinggalnya ke tempat yang lebih tinggi dari permukaan laut. Hal ini mungkin diakibatkan efek rumah kaca yang telah mengubah lingkungan hidup mereka. Seiring mencairnya lapisan es di Kutub Utara, lingkungan hidup di Kutub Utara juga telah mengalami perubahan.
8. Kehidupan Kutub Utara yang energik
Meskipun cairnya lapisan es di Kutub Utara menyebabkan bencana bagi kehidupan flora dan fauna di dataran rendah, namun lingkungan baru ini justru kian memberikan cukup sinar matahari bagi makhluk hidup di Kutub Utara. Biasanya, tanaman di Kutub Utara lebih banyak tertimbun di dalam lapisan es. Namun kini saat lapisan es mencair semakin awal, tanaman Kutub Utara kian mengharapkan pertumbuhan - penelitian menemukan adanya efek fotosintesis yang derajatnya lebih tinggi. Ketika cairnya lapisan es di Kutub Utara mendatangkan bencana bagi flora dan fauna yang hidup di dataran rendah, klorofil justru tumbuh dari dalam tanah, menyebabkan suburnya pertumbuhan makhluk hidup di Kutub Utara.
7. Mencabut sumbat
Selama puluhan tahun terakhir, sebanyak 125 danau di Kutub Utara dinyatakan hilang. Hal ini semakin mendukung teori bahwa efek rumah kaca di kedua kutub bumi sangat parah. Kemana larinya air di danau-danau itu? Kemungkinan besar air dari danau mengalir masuk ke dalam lapisan tanah beku yang terletak di bawah danau. Saat lapisan tanah beku mencair, air dapat meresap ke dalam tanah, persis seperti mencabut sumbat pada kolam mandi. Saat danau menghilang, tentu saja ekosistem danau  juga ikut lenyap.
6. Pencairan besar
Iklim yang menghangat tidak hanya mencairkan gletser, tapi juga menyebabkan cairnya lapisan tanah beku di bawah permukaan bumi. Hal ini akan mengakibatkan susutnya permukaan tanah, tinggi rendah tanah yang tidak beraturan, lubang dalam, serta rusaknya infrastruktur dan bangunan seperti rel kereta api, jalan raya, rumah, dan lain-lain. Mencairnya lapisan tanah beku di dataran tinggi bahkan mungkin akan mengakibatkan longsor dan banjir bandang. Baru-baru ini ditemukan penyakit yang sudah tertidur lama seperti cacar air, yang mungkin akan muncul kembali karena bangkai hewan purbakala juga ikut mencair seiring dengan mencairnya lapisan tanah beku.
5. Yang kuat bertahan
Efek rumah kaca menyebabkan musim semi tiba lebih awal, jenis unggas yang tidak mampu beradaptasi mungkin akan kesulitan menemukan serangga. Karena bunga pada tanaman mekar lebih awal, hewan-hewan yang waktu migrasinya  lama kemungkinan tidak akan dapat menemukan makanan. Sementara makhluk hidup yang dapat beradaptasi atau hewan yang bermigrasi lebih awal mungkin akan mendapatkan peluang hidup lebih besar, berkembang biak, dan meneruskan gen ke generasi berikutnya. Struktur genetika mereka juga akan mengalami perubahan.
4. Satelit bertambah cepat
Dampak dari efek rumah kaca bahkan mungkin juga mencapai angkasa luar. Meskipun lapisan udara di luar atmosfir  sangat tipis, namun gesekan antar partikel udara tetap akan membuat kecepatan satelit menjadi lambat. Satelit perlu dikalibrasi secara rutin untuk membuatnya kembali ke orbit semula. Di permukaan bumi, tabrakan antar partikel CO2 akan mengeluarkan energi, menciptakan kalori, dan memanaskan udara di sekitarnya. Namun karena lapisan sangat tipis, kemungkinan terjadinya tabrakan antar partikel CO2 di lapisan luar atmosfer sangat kecil, sehingga energi lebih banyak dilepaskan keluar. Makin banyaknya partikel CO2  di luar lapisan atmosfer mengakibatkan udara semakin banyak yang membeku, kepadatan udara semakin berkurang, sehingga gesekan dengan satelit menjadi semakin kecil, yang mengakibatkan kecepatan lintasan satelit semakin cepat.
3. Gunung semakin tinggi
Para pendaki gunung mungkin belum memperhatikan. Selama satu abad terakhir, akibat dari mencairnya gletser di puncak gunung  mengakibatkan pegunungan Alpen dan pegunungan lainnya menjadi semakin tinggi. Ratusan bahkan ribuan tahun lamanya berat gletser menekan permukaan tanah hingga membuatnya susut. Saat gletser mencair, berat itu juga hilang, sehingga permukaan tanah pun berbalik ke atas. Karena efek rumah kaca mempercepat cairnya gletser , berbaliknya pegunungan pun menjadi semakin cepat.
2. Situs sejarah rusak
Biara, tempat tinggal kuno, dan bangunan kuno lainnya di seluruh dunia adalah bukti peradaban yang ada di masa lalu. Namun kini semua itu harus menghadapi cobaan waktu. Efek rumah kaca menyebabkan permukaan laut semakin tinggi, iklim yang ekstrim juga menjadi ancaman bagi peninggalan bersejarah yang sangat berharga. Banjir telah menghancurkan Sukhothai, ibukota kuno Thailand yang berusia 600 tahun.

Ilmuwan beranggapan bahwa kebakaran hutan ada kaitannya dengan iklim yang memanas dan salju yang mencair. (GETTY IMAGES)
1. Ancaman kebakaran hutan
Mencairnya gletser  tampaknya berpengaruh pada peningkatan frekuensi badai topan, sementara efek rumah kaca semakin memperburuk kebakaran hutan di AS. Selama puluhan tahun terakhir, beberapa negara bagian di wilayah barat kerap mengalami kebakaran hutan yang cukup lama dan mencakup area yang cukup luas. Ilmuwan beranggapan bahwa kebakaran hutan ada kaitannya dengan iklim yang memanas dan salju yang mencair lebih dini. Saat musim semi tiba, salju akan mencair lebih cepat, sehingga hutan menjadi lebih kering, dan setelah kering dalam waktu lama, akan menimbulkan kemungkinan kebakaran yang lebih besar.
Bumi pada abad-30
Selain itu artikel lainnya pada Majalah Live Science menunjukkan bahwa ilmuwan telah menciptakan dua pemandangan lewat rekayasa komputer: pertama, keadaan pada tahun 3000 masehi jika manusia tidak lagi mengeluarkan CO2 secara berlebihan seperti sebelum 2010.
Kedua, keadaan pada tahun 3000 masehi jika manusia berhenti mengeluarkan CO2 secara berlebihan sebelum 2100. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan CO2 dihentikan atau ditemukan cara untuk menyaringnya, pemanasan global hanya merupakan masalah waktu, cepat atau lambat, dan tidak akan berhenti karena upaya-upaya tersebut.
Seorang peneliti bernama Sean menyatakan, CO2 yang telah dikeluarkan sejak dulu hingga sekarang tetap eksis di dalam atmosfir dan lautan, menyebabkan suhu udara di kedua tempat selalu tinggi, tidak seperti suhu udara di darat yang meningkat perlahan.
Menurut rekayasa komputer tersebut, dampak pemanasan global akan lebih dahulu terjadi di belahan bumi selatan. Sean menyatakan, cuaca dibelahan bumi utara akan menjadi lebih dingin setelah tahun 2100, curah hujan pada lintang tinggi menjadi berkurang, tapi dampak yang dirasakan di belahan bumi selatan adalah yang paling besar. Ini dikarenakan wilayah belahan bumi utara lebih luas, dan sifat daratan lebih cepat menyerap panas dan dingin daripada lautan.
Setelah pengeluaran CO2 berkurang, fenomena pemanasan global di daratan akan segera melambat, tapi tidak demikian halnya dengan lautan. Kemampuan lautan menyerap panas dan dingin adalah sangat lambat, meskipun suhu pada permukaan laut sudah mendingin, tapi suhu di dasar lautan masih terus meningkat, dan lautan justru mencakup sebagian besar dari luas seluruh permukaan belahan bumi selatan.
Tapi ini bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan belahan bumi selatan menjadi hangat. Sesuatu aliran yang sangat dalam sedang mengalir dari utara Samudera Atlantik menuju Kutub Selatan, yang akan diiringi oleh air hangat, bersama hembusan angin yang sangat kuat akan membantu membawa air hangat ke lautan di belahan bumi selatan.
Di samping itu, fenomena selatan yang hangat dan utara yang dingin ini mungkin akan menimbulkan banyak lapisan awan atau sambaran petir di Zona Konvergensi daerah tropis. Oleh karena itu meskipun pengeluaran CO2 dihentikan pada 2100, namun keadaan Kutub Utara tidak akan mengalami perubahan apa pun.
Meski pada 2100 manusia terus berupaya menekan pengeluaran CO2 guna menghambat pemanasan global, namun dampak ini akan tetap dirasakan pada 1.000 tahun kemudian. Hingga tahun 3000, pemanasan global akan menjadi topik utama. Menurut penelitian terbaru, gunung es di wilayah barat Kutub Selatan akan segera runtuh, permukaan laut di seluruh dunia akan meningkat dengan cepat setinggi 4 meter.  (Pan Meiling / The Epoch Times / lie)

sumber :
http://www.epochtimes.co.id/internasional.php?id=1016

Fakta mengagumkan tentang OTAK kita ^.^

FAKTA MENGAGUMKAN TENTANG OTAK



(INTERNET)
(INTERNET)
(Epochtimes.co.id)
Otak terbentuk dari sel sebanyak 14 miliar lebih. Setiap sel terhubung satu sama lain, dengan 50 ribu buah sel lainnya, atau setara dengan 1.500 kali lipat jauh lebih rumit daripada jaringan telepon di seluruh dunia.
Jumlah jalur impulse konduksi dan sinapsis konekting saraf otak manusia adalah sama dengan angka 1 ditambah dengan angka nol yang diketik sepanjang 10 juta kilometer dengan menggunakan mesin tik! Jika disetarakan dengan volume komputer maka akan setara dengan gedung 40 lantai, yang menghabiskan daya listrik sebesar jutaan kilo watt. Padahal otak manusia hanya memiliki berat tidak lebih dari 1.400 gram, dan besarnya hanya 1.5 desimeter kubik, serta hanya membutuhkan daya listrik sebesar 10 watt.
Kapasitas penyimpanan informasi di dalam otak manusia sebanding dengan 10 ribu unit perpustakaan yang mampu menyimpan 10 juta buku. Sel saraf setiap detik dapat mengirimkan informasi sebanyak 100 miliar kali. Otak manusia yang berada dalam keadaan aktif, setiap harinya dapat mengingat keseluruhan isi dari 4 buku.
Pada sistim komputer, apabila terdapat satu elemen bermasalah maka keseluruhan operasi sistem komputer akan lumpuh total. Tidak demikian jika terjadi pada otak manusia. Otak manusia memiliki sistem keunggulan yaitu, sistem adaptasi diri. Elemen saraf otak rata-rata mengalami 1.000 kerusakan setiap jam, jika diakumulasi hingga usia 100 tahun, maka berarti sepersepuluh bagian dari sel otak tidak berfungsi. Meski demikian, otak manusia tetap dapat bekerja normal.
Rata-rata ada 100 ribu sel otak manusia yang mati setiap harinya. Semakin jarang menggunakan otak, akan semakin banyak jumlah sel otak yang mati. Meskipun penelitian resonansi magnetik nuklir (Nuclear Magnetic Resonance, NMR) menemukan bahwa tingkat penggunaan otak manusia dapat mencapai 100%, tetapi penggunaan otak dalam kehidupan sehari-hari hanya sebesar 10% saja!  (The Epoch Times / lie)

sumber :
http://www.epochtimes.co.id/iptek.php?id=682

Rumah Tanpa Jendela: Tentang Impian Bersahaja dan Ketulusan Persahabatan 

Pesan moral yang disajikan jauh dari kesan menggurui dan ditampilkan secara menawan dari adegan ke adegan dalam durasi 105 menit.
Undangan dari Mata Sinema (www.matasinema.org)--sebuah komunitas yang menggalang para pemerhati film Indonesia--untuk Nobar (Nonton Bareng) gratis film "Rumah Tanpa Jendela" hari Minggu (27/2) bertempat di Studio 1 Jaringan Blok M Square 21 merupakan sebuah anugerah yang sungguh sangat saya syukuri.

Saya mewakili komunitas Blogger Bekasi bersama rekan-rekan dari komunitas Mata Sinema, adik-adik Asuh PAYISC Al-Azhar, Sanggar Ananda, berkesempatan menonton beserta para insan penting yang berada dibalik penggarapan film ini antara lain Aditya Gumay (sutradara dan penulis skenario), Aty Kanser (artis film, pemeran tokoh nenek) dan Asma Nadia (penulis produktif dan juga penulis novel "Rumah Tanpa Jendela").

Seperti halnya film "Emak Ingin Naik Haji" yang telah berhasil mendapatkan berbagai prestasi membanggakan pada sejumlah acara penghargaan sinema nasional, film inipun diangkat dari sebuah cerpen karya Asma Nadia berjudul "Jendela Rara". Tema bahasan yang digarap sebenarnya relatif sederhana, yakni tentang impian, persahabatan, cinta dan keinginan mewujudkan harapan.

Saya sangat mengapresiasi hadirnya film ini sebagai tontonan alternatif terutama buat anak-anak Indonesia, disela-sela maraknya film-film bertema horor, kekerasan dan seks saat ini serta semakin "keringnya" film-film anak-anak yang sarat dengan kisah yang membangun karakter dan pribadi positif. Pesan moral yang disajikan jauh dari kesan menggurui dan ditampilkan secara menawan dari adegan ke adegan dalam durasi 105 menit.
Walau Raffi Ahmad terkesan terlalu muda dan rapi untuk jadi ayah Rara, ia tetap secara profesional dan konsisten memberikan parade akting yang menawan sepanjang film ini.


Film ini menceritakan sosok Rara (Dwi Tasya), seorang anak keluarga miskin yang tinggal bersama sang nenek yang kerap dipanggil Mbok (Inggrid Widjanarko) dan sang ayah (Raffi Ahmad) di sebuah perkampungan pemulung miskin yang kumuh. Rara memiliki impian bersahaja yang kerap ditertawakan oleh kawan-kawan sekolahnya : Jendela untuk rumah. Diatas bukunya yang lusuh ia menulis: "Namaku Rara, aku tinggal di Jakarta, dirumah yang sempit di kampung pemulung yang sumpek dengan rumah-rumah tanpa jendela. Apa artinya sebuah jendela, jika kami bisa kehilangan rumah kapan saja, karena digusur. Sebenarnya aku pengen tahu pendapat ibu , Tapi ibu sudah meninggal karena sakit sebelum aku sempat bertanya". Prolog film ini sungguh meninggalkan kesan mendalam dan menghentak. Tentang kemiskinan dan ironi realitas kehidupan di ibukota.

Kita kemudian diperkenalkan pada sosok Aldo (Emir Mahira),seorang bocah laki-laki dari keluarga kaya raya yang memiliki keterbelakangan mental. Rara dan Aldo dipertemukan secara tak sengaja ketika gadis kecil itu yang menjadi "ojek payung" menawarkan jasanya kepada Aldo yang tengah kehujanan di sekolah. Ketulusan persahabatan yang dibangun tanpa prasangka tersebut berlangsung spontan dan erat dengan mengabaikan perbedaan strata sosial yang hadir diantara mereka. Rentetan peristiwa kemudian terjadi mewarnai interaksi kedua sosok ini, baik antara Aldo bersama kedua kakaknya yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Ouzan Ruz atau hasrat Rara yang terus mendesak sang ayah membuatkan jendela buat rumah mereka yang sempit.

Di bawah arahan tangan dingin sutradara muda handal Aditya Gumay, film yang 100% hasil penjualan tiketnya disumbangkan bagi kaum dhuafa khususnya untuk membantu anak jalanan mendapatkan hak dan fasilitas pendidikan, pembangunan sekolah, rumah singgah, biaya sekolah bagi anak tidak mampu serta membuat perpustakaan keliling dan pengembangan melalui yayasan yang menangani anak jalanan ini tampil memikat dan menyentuh hati.

Dua artis muda yang menjadi lakon utama, Dwi Tasya dan Emir Mahira tampil prima dan sangat natural. Saya salut melihat akting Emir yang tampil mempesona memerankan sosok Aldo yang rapuh, sensitif namun memiliki sikap setia kawan yang tinggi. Dengan gestur tubuh dan dialog yang kerap terpatah-patah, Emir secara gemilang memberi kekuatan pada "roh" Aldo yang diperankannya. Dilain pihak akting Dwi Tasya pun terlihat memukau. Kemampuannya menyajikan kesedihan, kegembiraan, putus asa. dan optimisme sangat ekspresif. Ia pun dapat membangun "Chemistry" konstruktif bersama lawan mainnya, baik pada Emir maupun kepada pemain lain.

Walau Raffi Ahmad terkesan "masih terlalu muda" (juga "terlalu rapi") untuk jadi ayah Rara, ia tetap secara profesional dan konsisten memberikan parade akting yang menawan sepanjang film ini. Bagian yang paling saya suka adalah ketika Raffi menceritakan dongeng pengantar tidur kepada putri tercintanya juga tatkala ia bersikap sinis dan tajam kepada Tante Rara yang diperankan oleh Yuni Shara yang bersikeras untuk menemui ibu mereka sesaat sebelum ia berangkat ke Batam.

Sementara itu, kehadiran bintang-bintang lawas yang ikut meramaikan film ini juga tak kalah memikat. Keberadaan Alicia Johar sebagai ibu Aldo dan Aty Kanser sebagai nenek Aldo serta Inggrid Widjanarko yang berperan sebagai nenek Rara dengan pengalaman akting mumpuni yang dimiliki bertahun-tahun memberikan “nilai lebih” pada film ini.

Lagu-lagu yang ditampilkan dalam film ini (sebagian besar diciptakan oleh Aditya Gumay) juga lumayan bagus, tidak hanya dari segi aransemennya juga pada narasi liriknya yang inspiratif. Anak saya yang ikut menonton juga dengan mudah bisa mengikuti bait demi bait lagu-lagunya. Dari segi sinematografis film ini berhasil menyajikan gambar-gambar indah melalui sudut pandang "tidak biasa" tapi "luar biasa". Meski terdapat beberapa adegan yang terkesan klise dan sedikit kehilangan greget mulai dari paruh kedua akibat bertambahnya intensitas plot dan konflik, alur film ini berlangsung lancar dan sempat membuat saya dibekap keharuan mendalam.

Saya menyatakan salut atas peluncuran film yang sarat dengan nasehat moral sederhana ini. Film yang bercerita tentang upaya meraih impian, menjalin persahabatan yang tulus, semangat yang tak pupus dan senantiasa bersyukur atas segala karunia Allah SWT merupakan angin segar ditengah-tengah kerinduan kita pada hadirnya film anak-anak berkualitas.

"Rumah Tanpa Jendela" menjadi jawaban atas segala kegelisahan itu.

Maju terus perfilman Indonesia! 
 
sumber :
http://id.omg.yahoo.com/blogs/rumah-tanpa-jendela-tentang-impian-bersahaja-dan-ketulusan-persahabatan-amril_taufik_gobel-18.html

kanker serviks

Sekitar 270 Ribu Wanita Indonesia Meninggal Akibat Kanker Serviks

Sekitar 270.000 perempuan di Indonesia meninggal dunia setiap tahun akibat kanker leher rahim atau serviks. Demikian kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Titik Kuntari MPH.

"Berdasarkan data, setiap tahun sekitar 500.000 perempuan di Indonesia didiagnosis terinfeksi kanker serviks. Dari jumlah itu, sekitar 270.000 penderita meninggal dunia," katanya di Yogyakarta, Kamis (24/2).
Di Indonesia, menurut dia, kanker serviks telah menjadi pembunuh nomor satu dari keseluruhan kanker. Kanker serviks merupakan penyakit kanker paling umum kedua yang biasa diderita perempuan berusia 20-55 tahun.
"Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh dalam leher rahim. Kanker itu terjadi pada serviks uterus. Yakni, suatu daerah pada organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke rahim yang terletak antara rahim dengan vagina," katanya.
Berdasarkan survei yang melibatkan 5.423 perempuan di Asia dan dilakukan pada sembilan negara termasuk Indonesia, data menunjukkan hanya dua persen perempuan yang mengetahui infeksi human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks. "Jadi, pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat kurang. Rendahnya tingkat pengetahuan dipercaya memperburuk kondisi yang ada dan diperkirakan angka kejadian kanker serviks terus meningkat setiap tahunnya," katanya.
Padahal, menurut dia, ada cara mudah terhindar dari kanker serviks melalui vaksinasi. Deteksi dini dan vaksinasi dapat menekan angka kejadian kanker serviks pada perempuan Indonesia. "Metode deteksi dini dengan papsmear sudah lama ditemukan. Tetapi, yang melaksanakannya itu masih sangat terbatas," katanya.
Titik mengatakan perempuan yang aktif secara seksual dengan berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama pada usia kurang dari 18 tahun, dan merokok memiliki risiko terinfeksi kanker serviks. "Namun demikian, perilaku yang meningkatkan risiko terkena kanker serviks tersebut saat ini disinyalir justru meningkat, seperti seks bebas, hubungan seks pertama pada usia kurang dari 18 tahun, dan merokok," katanya.

sumber :
http://id.news.yahoo.com/repu/20110224/tls-sekitar-270-ribu-wanita-indonesia-me-4d4f647.html

 

Tips cantik untuk kamu yang malas dandan

Tips Cantik untuk Wanita Malas Dandan

Sering malas bangun pagi untuk meluangkan waktu untuk bermake up di depan cermin? Anda tidak sendiri, sebagian besar wanita memang malas untuk meluangkan waktu berias sebelum pergi beraktivitas.

Namun, bagi Anda yang ingin tetap tampil cantik tetapi malas bermake up, ada tips kilat untuk mempercantik diri tanpa harus mendempul ulang riasan. Make up ini bisa diterapkan sebelum Anda beraktivitas dan bisa tahan lama tanpa harus berkali-kali mengulang untuk make up.
Berikut tips kilat bermake up untuk wanita yang malas berdandan seperti dikutip dari Shine:
Warna Lipstik Tahan Lama
Kebanyakan wanita yang tak suka berdandan, biasanya masih suka menerapkan lipstik di bibir. Agar warna lipstik tetap melekat sepanjang hari, tanpa harus berulang menggunakannya, ada tips yang bisa diikuti.
Sebelum menerapkan warna lipstik, ada baiknya mengaplikasikan foundation di bibir. Foundation bisa membuat warna lipstik di bibir awet sepanjang hari.
Melentikkan bulu mata
Agar bulu mata tetap lentik sepanjang hari caranya mudah. Panaskan penjepit bulu mata dengan hair dryer selama beberapa detik (tapi jangan berlebihan) sebelum Anda menggunakannya. Ini membantu melentikan bulu mata dengan cepat dan bisa bertahan hingga waktu yang lama.
Agar eye liner awet dan tak mudah luntur
Tidak ada yang lebih menyebalkan berurusan dengan pensil eyeliner. Agar eyeliner tak mudah luntur dan beleber saat digunakan, coba sebelumnya masukkan ke dalam freezer selama 10-15 menit. Ini bisa mencegah eyeliner mudah luntur saat digunakan.
Sediakan selalu kertas minyak
Jika Anda keluar rumah, jangan lupa membawa tisu atau kertas minyak. Ini bermanfaat untuk menyeka minyak di wajah, bukan menutupinya dengan bedak tebal.
Gunakan lip gloss
 "Ambil lip gloss dengan warna polos atau warna bibir. Ini akan segera menerangi kulit Anda dan membuat ilusi cahaya yang sehat di mana Anda paling membutuhkannya,"